“Understanding Comics”
Scoot McCloud
Sejarah-komik
Komik..?? Hmm siapa yang tidak kenal dengan kata ini?? sebuah santapan bagi jiwa (taelaah santapan jiwa haha) yang sangat lezat. Disenangi dari kakek-nenek sampai balita, dari ilmuwan sampai gelandangan...coba bayangkan, bacaan apa yang begitu merakyat? Sebenarnya ini masih ada hubungannya dengan posting kemaren tentang Kartun Riwayat Peradaban-nya Larry Gonick. Setelah ngobrol panjang lebar (taelaaaaah panjang lebar) dengan Kobo-chan, eh nyrempet-nyrempet tentang komik dan kartun, jadi pengen membahas tentang itu.
Kebetulan gue tertarik dengan dunia perkomikan dan perkartunan (hehehehe)…hmmm oke come with me, syuuuut flash back ke awal taon 2003 dan gue baru aja lulus, baru aja dapet kerja di Jakarta, baru aja mo berangkat menyongsong masa depan (baaaah masa depan apaan…). Pengen beli buku untuk di perjalanan…..
Cari-mencari eh dapet buku langka “Understanding Comics” oleh Scoot McCloud. Sudah lama gue menunggu terjemahan buku ini …. eh ternyata KPG bisa membaca pikiran gue (emang sapa gue hehehe). Buku ini akhirnya diterjemahkan dengan judul “Memahami komik” (ya iyaaalah masak diterjemahkan “Memahami Istri tetangga” hehehehe). Walopun agak ‘sedikit’ telat, buku ini (nngg lebih tepatnya….komik ini..) di bikin taon 1993 diterjemahkan 2001 (masih mending daripada Kartun Riwayat Peradaban nyang dibikin taon 1990 dan baru diterjemahkan taon 2006….gile butuh 16 taon).
Oke mari kita bahas….
Siapa yang tidak pernah membaca komik..?? Ayo ngakuuuuuu hehehehe. Jaman saya SD dulu sudah ada komik-komik (jayus tapi bikin kangen hehehe) Punokawan Gareng-Petruk seharga 100 perak (jeees….sekarang bisa beli apa duit 100 perak?, beli permen aja ga dapet). Dilanjutkan dengan Komik-komik Wayang Mahabharata dan Ramayana, Komik seri Panji Tengkorak, Godam, Gundala,..Etc.
Before that…ternyata komik sudah setua peradaban manusia (walau mungkin dulu belum disebut komik), di buku ini Scott Mccloud membahas sekilas tentang sejarah komik (dan memang ini komik tentang komik bukan komik tentang sejarah komik). Dari Hieroglif mesir, yang sebenarnya adalah “gambar” yang melambangkan bunyi (jadi lebih mirip “huruf” daripada “komik”). Relief suku Maya pra-Columbus yang “ditemukan” (lebih tepat dirampas) oleh “Conquetadores” Cortes sekitar tahun 1519. Permadani bergambar berjudul “Bayeux” di Perancis sepanjang 76 meter tahun 1066. Seri gambar awal ditemukannya mesin cetak yang kebanyakan di isi oleh peristiwa keagamaan, salah satunya seri penyiksaan Santo Erasmus pada tahun 1460 (gila..gambarnya vulgar banget..kalo sekarang mungkin masuk kategori Sadomasokis). Sampai dengan Bapak komik Modern RUDOLPHE TOPFFER, yang terkenal dengan cerita bergambar satiris sejak pertengahan 1800 (hal 10-18).
Sayangnya relief candi Hindu-Budha kebudayaan India, Nusantara dan Indocina “lupa” dimasukan oleh Scott Mccloud. Seharusnya (setidaknya menurutku) buku ini berjudul “Understanding Western Comics” atau “Memahami Komik Barat” walaupun dalam beberapa bab, Mccloud sempat membahas OZAMU TEZUKA Sensei (hal 77-81) sang bapak komik Jepang (hmmm saya punya 1 koleksi animenya “Metropolis”).
Ada pertanyaan menarik yang dikemukakan oleh Scott Mccloud di buku ini. “Apa perbedaan Komik dengan Seni Lukis lainnya? Kenapa yang satu dianggap sebagai seni yang mulia dan yang lain dianggap bahkan bukan sebagai seni ?(setidaknya baru akhir-akhir ini komik dianggap seni).
Mccloud memberikan beberapa contoh karya awal abad 20 yang mungkin bisa dikatakan sebagai “Missing Link” antara komik dengan seni lukis. Salah satunya yang terkenal adalah “Novel Kolase” aliran surealis MAX ERNST “A Week of Kindness” sebanyak 182 lembar berturutan tanpa kata-kata, dan dianggap sebagai Karya Seni Terbesar abad 20. Tapi yang pasti tidak satupun guru sejarah seni (barat) yang akan menyebutnya komik (hal 19).
Disambung dengan pertanyaan lain “lalu apakah Kaca patri di gereja-gereja yang memperlihatkan rangkaian peristiwa dalam Kitab Suci yang disusun secara Kronologis, hingga Lukisan bersambung karya Monet juga dapat disebut KOMIK…???”
Di buku ini juga di bahas bab menarik tentang hubungan warna dengan bisnis dan teknologi di dunia perkomikan (hal 186-192). Teknologi pengembangan warna pertama kali di kembangkan oleh Ilmuwan Fisika dari Skotlandia, Sir James Clerk-Maxwell pada tahun 1861. Dia berhasil memilah-milah tiga warna pokok aditif yaitu Merah, Biru dan Hijau. Dan kenapa warna-warna ini disebut ADITIF? Karena jika digabungkan akan menghasilkan warna putih. Hmmm…..gue baru tahu (setelah baca buku ini) kalau warna ternyata begitu kompleks dan begitu berpengaruh dalam peradaban manusia.
Terakhir….Scott Mccloud memberikan “Quote” untuk Komik (yang menurut gue..daleeeem banget hehehe) :
“Komik memiliki kemungkinan (seperti pada asalnya) yang TIDAK TERBATAS”.
Komik menawarkan sumber daya yang sangat besar bagi semua penulis dan seniman : Kesetiaan, kontrol, kesempatan untuk didengar secara luas tanpa kompromi. Komik juga menawarkan jangkauan dan kecakapan film dan lukisan ditambah kedekatannya dengan tulisan (hal 212).
Kesimpulannya (menurut gue..) Komik adalah Seni yang Fleksibilitasnya sangat tinggi…… keberadaannya setua peradaban manusia sendiri…lebih tua dari semua seni yang ada (hmmm mungkin gue terlalu berlebihan untuk yang ini hehehehe).
The End
Fiiiiuuuuh Panjang banget ya hehehehe…semoga elo-elo pade kaga bosen hehehe. Rekomendasi gue…..LAYAK DIKOLEKSI…..terutama para penggila komik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar