Kamis, 08 Mei 2008

Eleven Minutes, sebelas menit untuk cinta


Eleven Minutes
Paulo Coelho

alih bahasa: Tanti Lesmana dan Arif Subiyanto
Sampul: Satya Utama Jadi
Edisi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utamma
Desember, 2007


Sebelas menit untuk menikmati indahnya persetubuhan...
Hanya sebelas menit yang dibutuhkan dua jenis kelamin manusia untuk mendapat kepuasan badaniah...
Selebihnya hanya usaha manusia untuk memperpanjang kenikmatan yang sering dianggap tabu untuk diperbincangkan itu.

Eleven Minutes adalah karya ke-18 Pengarang Brazil ( seharusnya ditulis Brasil menurut Maria, tokoh di novel ini) terkenal Paulo Coelho, diterbitkan pertama kali di tahun 2003. Bercerita tentang perjalanan hidup seorang pelacur bernama Maria. Walaupun dikatakan sebagai cerita perjalanan hidup akan tetapi rentang waktu yang dijabarkan kedalam novel ini hanyalah sekitar 1 tahun ditambah dengan sedikit kisah memori masa kecil Maria.

Kali ini Coelho berusaha untuk keluar dari kebiasaanya untuk menulis tentang pencarian jati diri para tokohnya dengan segala jatuh bangun yang dibangun Coelho untuk para tokoh novelnya. Coelho berusaha membahas tentang topik-topik yang tabu...topik tentang persetubuhan, tentang sadomasokis dalam seks, tentang bagian tubuh perempuan yang bernama klitoris.

Pada halaman-halaman awal Coelho memperingatkan pembacanya dengan kata-kata seperti berikut :
... Akan tetapi pada waktu itu saya merasa cemas, sebab saya tahu novel baru saya, Eleven Minutes, bercerita tentang topik yang keras, sulit, mengejutkan...
... Ada buku-buku yang membuat kita bermimpi, ada pula yang menghadapkan kita pada realitas...

Maka aku mempersiapkan diriku untuk menghadapi kisah kelam dan penuh onak duri seorang pelacur yang gelap. Walaupun aku tahu karya-karya Coelho yang pernah kubaca sebelumnya seperti menikmati croissant yang kelihatan mengkel dan merangsang liur tampilannya tapi ndak bikin kenyang. Dengan kata pengantar seperti diatas maka aku berharap karya Coelho kali ini akan lebih seperti tempe yang gemuk ginuk-ginuk, berpenampilan biasa tapi mengenyangkan.

Tapi setelah selesai membacanya dalam waktu 3 hari ternyata apa yang dijanjikan oleh Coelho tidak aku dapatkan...kisah yang ditawarkan oleh Coelho masih seperti kisah-kisah pendahulunya...lebih berasa Croissant daripada Tempe...

Coelho masih berkutat dengan kisah `pencarian jati diri` dengan tumpahan nasehat dan petuah-petuahnya. Di Novel ini kehidupan Pelacuran dijabarkan seakan-akan sebagai sebuah profesi yang enak (mungkin bagi sebagian orang memang), legal dan lazim seperti profesi-profesi kantoran lainnya. Kisah kelam penuh perjuangan tidak aku dapatkan di Novel ini. Aku mengharapkan kegelapan Dave Pelzer yang dibalut dengan cahaya Mith Albom tapi yang aku dapatkan adalah gula-gula Harlequin.

Tidak etis memang membandingkan satu penulis dengan penulis yang lain, karena tiap penulis tentu punya style-nya masing2kan? tapi ketika membaca halaman awal yang dijanjikan Coelho adalah campuran antara Dave Pelzer, Mitch Albom dan Haruki Murakami. Tapi sesampainya aku pada halaman terakhir...aku tidak menemukan mereka...yang kutemukan memang tetap Paulo Coelho dengan gula-gulanya.

Satu yang agak mengganjal dibuku ini adalah..tokoh Maria yang awalnya dijabarkan tidak lulus SMA tapi malah bisa menguasai bahasa Perancis yang sudah masyur dengan cengkok-cengkoknya yang susah dalam waktu tidak sampai satu tahun. Bahkan bisa membaca buku-buku berat seperti psikologi, hukum dan sejarah...terlalu spektakuler bagiku.


Aku membaca 5 karya Paulo Coelho di empat kota yang berbeda...
The Alchemist aku baca waktu masih di Jogja.
Veronica Decides to Die, aku baca waktu baru saja merambah kota Jakarta.
Zahir, di kota Bagansiapiapi
The Devil and Miss Prym, kembali aku baca di Jogja
dan...
Terakhir adalah Eleven Minutes di Toyohashi, hasil penculikan dari punya si Kura-kura.

Dari ke lima karya Coelho tersebut hanya Veronica Decides to Die yang cukup bisa membuat aku terkesan.

Tapi bukan berarti novel Eleven minutes ini tidak layak dibaca, sangat layak baca khususnya bagi yang sudah lelah dalam mencari cinta...di novel ini, anda akan mendapati cinta adalah satu-satunya hal yang paling layak dicari...
maka...selamat mencari cinta

Toyohashi, awal musim semi

Salam
Yulibean

Tidak ada komentar: