Kamis, 08 Mei 2008

Dracula, mahkluk kegelapan yang tak lekang dimakan jaman


DRACULA
Pengarang : Abraham Stoker
Alih Bahasa : Ny. Suwarni A.S
Desain dan ilustrasi sampul : Satya Utama Jadi
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Mei 2007
528 hlm; 20 cm

“Bibirnya berlumuran darah segar yang menetes dari sudut-sudut mulutnya, dan mengalir ke dagu dan lehernya”


Siapakah mahkluk jahat paling berjaya dan terkenal sepanjang masa? Dengan tidak ragu saya akan menjawab ‘Dracula’, mahkluk yang paling haus darah, jahat, dan mengerikan sepanjang sejarah buku dan film mengalahkan Frankenstein-nya Mary Shelly (diterjemahkan dan diterbitkan Gramedia di tahun 1995) dan Dr. Jekyl/Mr. Hyde-nya Louis Stevenson . Siapa yang tidak kenal dengan count Dracula? Bahkan ketika saya masih SD di tahun 80an dan di desa kecil bernama Pedan pun ‘nama besar’ Dracula sudah bisa bikin saya dan teman-teman tidak bisa tidur tenang di malam hari.

Dracula adalah mahkluk yang paling banyak di adaptasikan ke berbagai media. Kembali ke jaman saya masih SD, ada semacam permainan kartu yang dicetak sebesar kertas Folio yang isinya gambar-gambar komik sequen kecil-kecil bernomor. Nah saya mengenal Dracula dari kartu-kartu itu karena selain Dracula tidak ada mahkluk ‘impor’ lain yang dijadikan komik kartu itu. Yang ikut bersaing adalah kuntilanak Suzzana, Jerangkong hidup musuh Brama Kumbara dari serial radio, dan pocongan.

Jujur saja, siapa yang tidak mengenal Dracula? Saya yakin nenek-nenekpun tau yang namanya Dracula. Tapi tanyakan siapa yang ‘menciptakan’ Dracula? Saya yakin tidak semua orang tahu. Mungkin kalau tidak ada bantuan film yang dibesut oleh Sutradara legendaris Francis Ford Coppola di tahun 1992, “Bram Stoker’s : Dracula”. Nama Bram (Abraham) Stroker akan tenggelam di telan nama besar mahkluk ciptaannya ‘Dracula’. Tapi saya mengetahui Bram Stoker bukan dari film ini, tapi dari film serial horor ‘Friday the 13th’ di TVRI tahun 80an. Ada sebuah episodenya yang (kalau tidak salah ingat) menceritakan bagaimana Bram Stoker mendapatkan ide untuk mengarang buku ini di tahun 1890.

Cerita dimulai dari goresan pena Jonathan Harker, seorang agen real estate Inggris di buku hariannya yang menceritakan tentang perjalanannya mengunjungi seorang klien di Transylvania, sebuah negara kecil di Eropa Timur yang dingin kepada tunangannya Wilhelmina "Mina" Murray.

Di dalam perjalanan menuju Transylvania, Jonathan mulai merasa ada keanehan karena bertemu dengan warga lokal yang sering berusaha mencegahnya pergi ke Puri kepunyaan Count Dracula, sang klien. Bahkan dia diberi sebuah kalung salib oleh seorang ibu ketika dia mampir untuk makan, yang dikemudian hari akan menyelamatkan jiwanya.

Keanehan perjalanannya semakin terasa ketika dia sampai ke puri kepunyaan Count Dracula. Sepi seakan-akan tidak ada kehidupan membuat puri tersebut semakin menyeramkan. Di Puri inilah Jonathan akhirnya bertemu dengan kliennya sang Count. “tangan itu dingin seperti es-bukan seperti tangan orang hidup, melainkan seperti tangan orang mati. Dahinya tinggi, rambutnya lebat, tapi pada pelipisnya tipis. Alisnya tebal sekali, mulutnya kaku dihiasi kumis tebal dan tampak kejam. Giginya berbentuk aneh, tajam dan putih, dan menjorok keluar dari bibirnya. Wajahnya pucat seperti orang mati tapi bibirnya merah dan segar sekali. Seyumnya jahat dan bisa membuat Yudas di neraka tetawa bangga”, itulah sebagian ciri-ciri Count Dracula yang di gambarkan oleh Harker di buku hariannya.

Jonathan Harker terjebak di puri sang Count selama berbulan-bulan, hampir dihisap darahnya baik oleh sang Dracula sendiri maupun oleh para ‘pengantinnya’ yang berjumlah 3 orang wanita cantik. Sementara itu Tunangannya, Mina yang berada di London sedang gundah gulana karena tidak ada kabar dari Harker. Bersama temannya Lucy, dia menghabiskan waktu dengan bergosip dan mengasah kemampuan mengetiknya.

Suatu hari, ada sebuah kapal misterius ‘demeter’ melabuh di pelabuhan kota. Kapal itu tidak berawak dan hanya terdapat jasad kaptennya yang tangannya terikat dikemudi kapal dengan rosario salib. Satu-satunya mahkluk yang mendarat adalah seekor anjing besar yang lalu lari menghilang ke perkuburan umum.

Lucy, sahabat Mina suatu hari berjalan dalam tidur menuju perkuburan umum dan sejak saat itu dia terlihat lemas dan kekurangan darah dengan tanda dua buah titik kecil berdarah di lehernya. Melihat semakin hari Lucy semakin lemah, Arthur Holmwood, tunangan Lucy meminta bantuan Dr. John Seward untuk menyembuhkannya. Dr. John Seward lalu meminta bantuan mentornya Dr. Abraham Van Helsing. Van Helsing yang menyadari kejahatan Nosferatu atau Vampir lalu melakukan transfusi darah kepada Lucy. Empat laki-laki termasuk seorang koboi dari Amerika, Quincey Morris akhirnya menyumbangkan darahnya kepada Lucy. Ada suatu ironi yang lucu mengenai masalah tranfusi darah ini, yang lalu diceritakan oleh Van Helsing ketika akhirnya mereka tidak bisa menyelamatkan nyawa Lucy.

Sejak kematian Lucy lalu disusul dengan tindakan ‘pengamanan’ terhadap jasad Lucy di perkuburan keluarga, ke-empat laki-laki perberani nan sensitif (karena banyak adegan menangis), Arthur Holmwood, Dr. John Seward, Dr. Abraham Van Helsing, dan Quincey Morris bersumpah untuk memburu dan membunuh sumber malapetaka ini. Bekerja sama dengan Jonathan Harker yang berhasil lolos dari puri Count Dracula dan Wilhelmina "Mina" Murray mereka melacak keberadaan Count Dracula dan memojokkannya sampai kembali ke purinya di Transylvania.

Novel ini berwujud kumpulan buku harian, catatan, dan rekaman pengalaman para tokoh utamanya, bagi sebagian orang mungkin agak tidak terlalu suka model penceritaan seperti ini karena seperti membaca buku harian orang lain dan saya termasuk salah satunya. Berlebih mungkin dikarang pada jaman Victoria, bahasanya terkadang terdengar agak mendayu-dayu karena bertabur dengan adegan-adegan melankolis. Tapi itu tidak mengurangi ketegangan isi ceritanya. Bagi yang suka dengan novel-novel horor, buku ini bisa dimasukan ke dalam daftar belanja, terlebih karena daya pikat teramat besar dari sampulnya yang bagus (saya salah satunya yang terpikat karena sampulnya hehehehe).

“Yah, John, dunia ini memang aneh, sedih, penuh dengan kesengsaraan, duka cita, dan kesulitan. Namun bila sang Raja Tawa datang, semuanya tunduk di bawah kehendaknya.”

- Abraham Van Helsing -

Salam
Yulibean

Tidak ada komentar: