
DRACULA
Pengarang : Abraham Stoker
Alih Bahasa : Ny. Suwarni A.S
Desain dan ilustrasi sampul : Satya Utama Jadi
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Mei 2007
528 hlm; 20 cm
“Bibirnya berlumuran darah segar yang menetes dari sudut-sudut mulutnya, dan mengalir ke dagu dan lehernya”
Siapakah mahkluk jahat paling berjaya dan terkenal sepanjang masa? Dengan tidak ragu saya akan menjawab ‘Dracula’, mahkluk yang paling haus darah, jahat, dan mengerikan sepanjang sejarah buku dan film mengalahkan Frankenstein-nya Mary Shelly (diterjemahkan dan diterbitkan Gramedia di tahun 1995) dan Dr. Jekyl/Mr. Hyde-nya Louis Stevenson . Siapa yang tidak kenal dengan count Dracula? Bahkan ketika saya masih SD di tahun 80an dan di desa kecil bernama Pedan pun ‘nama besar’ Dracula sudah bisa bikin saya dan teman-teman tidak bisa tidur tenang di malam hari.
Di dalam perjalanan menuju
Keanehan perjalanannya semakin terasa ketika dia sampai ke puri kepunyaan Count Dracula. Sepi seakan-akan tidak ada kehidupan membuat puri tersebut semakin menyeramkan. Di Puri inilah Jonathan akhirnya bertemu dengan kliennya sang Count. “tangan itu dingin seperti es-bukan seperti tangan orang hidup, melainkan seperti tangan orang mati. Dahinya tinggi, rambutnya lebat, tapi pada pelipisnya tipis. Alisnya tebal sekali, mulutnya kaku dihiasi kumis tebal dan tampak kejam. Giginya berbentuk aneh, tajam dan putih, dan menjorok keluar dari bibirnya. Wajahnya pucat seperti orang mati tapi bibirnya merah dan segar sekali. Seyumnya jahat dan bisa membuat Yudas di neraka tetawa bangga”, itulah sebagian ciri-ciri Count Dracula yang di gambarkan oleh Harker di buku hariannya.
Jonathan Harker terjebak di puri sang Count selama berbulan-bulan, hampir dihisap darahnya baik oleh sang Dracula sendiri maupun oleh para ‘pengantinnya’ yang berjumlah 3 orang wanita cantik. Sementara itu Tunangannya, Mina yang berada di
Suatu hari, ada sebuah kapal misterius ‘demeter’ melabuh di pelabuhan
Lucy, sahabat Mina suatu hari berjalan dalam tidur menuju perkuburan umum dan sejak saat itu dia terlihat lemas dan kekurangan darah dengan tanda dua buah titik kecil berdarah di lehernya. Melihat semakin hari Lucy semakin lemah, Arthur Holmwood, tunangan Lucy meminta bantuan Dr. John Seward untuk menyembuhkannya. Dr. John Seward lalu meminta bantuan mentornya Dr. Abraham Van Helsing. Van Helsing yang menyadari kejahatan Nosferatu atau Vampir lalu melakukan transfusi darah kepada Lucy. Empat laki-laki termasuk seorang koboi dari Amerika, Quincey Morris akhirnya menyumbangkan darahnya kepada Lucy.
Sejak kematian Lucy lalu disusul dengan tindakan ‘pengamanan’ terhadap jasad Lucy di perkuburan keluarga, ke-empat laki-laki perberani nan sensitif (karena banyak adegan menangis), Arthur Holmwood, Dr. John Seward, Dr. Abraham Van Helsing, dan Quincey Morris bersumpah untuk memburu dan membunuh sumber malapetaka ini. Bekerja sama dengan Jonathan Harker yang berhasil lolos dari puri Count Dracula dan Wilhelmina "Mina" Murray mereka melacak keberadaan Count Dracula dan memojokkannya sampai kembali ke purinya di Transylvania.
“Yah, John, dunia ini memang aneh, sedih, penuh dengan kesengsaraan, duka cita, dan kesulitan. Namun bila sang Raja Tawa datang, semuanya tunduk di bawah kehendaknya.”
Yulibean
Tidak ada komentar:
Posting Komentar